UNIVERSITAS GUNADARMA

Rabu, 24 April 2013

Laporan Keuangan Perusahaan tbk. dan Rasio Likuiditas-nya



PT Unilever Indonesia Tbk dan Entitas Anak
Laporan Posisi Keuangan
Konsolidasi 31 Desember 2012
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                                                             31 Desember 2012
ASET

Aset Lancar

Kas dan setara kas
    843,290
Piutang usaha
- Pihak ketiga
 2,252,994
- Pihak berelasi
    229,014
Uang muka dan piutang lain-lain
- Pihak ketiga
    210,659
- Pihak berelasi
         1,163
Persediaan
 2,092,437
Pajak dibayar dimuka
         3,558
Beban dibayar dimuka
    138,401

Jumlah Aset Lancar
 5,771,516

Aset Tidak Lancar

Aset tetap
    5,950,914
Goodwill
         61,925
Aset takberwujud
       570,599
Aset lain-lain
         66,956
Jumlah Aset Tidak Lancar
   6,650,394

JUMLAH ASET
   12,421,910

LIABILITAS

Liabilitas Jangka Pendek

Pinjaman jangka pendek
   737,660
Utang usaha
- Pihak ketiga
2,593,436
- Pihak berelasi
   136,051
Utang pajak
   358,726
Akrual
2,377,159
Utang lain-lain
- Pihak ketiga
   414,767
- Pihak berelasi
   257,181

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek
6,874,980

Liabilitas Jangka Panjang

Liabilitas pajak tangguhan
     92,515
Kewajiban imbalan kerja
   348,789

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang
   441,304

Jumlah Liabilitas
7,316,284

EKUITAS

Modal saham
     76,300
(Modal dasar, seluruhnya ditempatkan
dan disetor penuh: 7.630.000.000 lembar
saham biasa dengan nilai nominal Rp 10
(nilai penuh) per lembar saham)
Agio saham
     15,227
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali
     
     80,773
Saldo laba yang dicadangkan
     15,260
Saldo laba yang belum dicadangkan
4,918,066
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk kepentingan nonpengendali

5,105,626

Jumlah Ekuitas
5,105,626

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS
12,421,910

Hitunglah Rasio Likuiditas dari laporan keuangan perusahaan tbk. di atas !!

A.  Current Rastio

Aktiva Lancar  X 100% =                                   5.771.516 x 100% = 0.84%
Hutang Lancar                                                  6.874.980

B.  Quick Ratio

Aktiva Lancar – Persediaan  X 100% =               5.771.516 – 2.092.437 x 100% = 0,54%
            Hutang lancar                                                  6.874.980

C.  Cash Ratio

   Kas + Efek       X 100%          =                      843.290 + 765.300 x 100% = 0,13%
Hutang Lancar                                                          6.874.980


D.   Working Capital to Total Asset Ratio

Aktiva Lancar + Hutang Lancar x 100% =          5.771.516 + 6.874.980 x 100% = 1,02%
            Jumlah Aktiva                                                 12.421.910

E.    Acid Test Ratio

 Kas + Efek + Piutang x 100% =                       843.290 + 76.300 + 2.693.830 x 100% = 0,53%
        Hutang Lancar                                                          6.874.980

Rabu, 27 Maret 2013

Laporan keuangan



Pengertian
 
Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut.
Pengertian laporan keuangan menurut Standar Akuntansi Keuangan:
“Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti misal, sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut, misal informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga”

Tujuan Laporan Keuangan

Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia tujuan laporan keuangan adalah Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.
Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun demikian, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam mengambil keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi nonkeuangan.
Laporan keuangan juga menunjukan apa yang telah dilakukan manajemen (bahasa Inggris: stewardship), atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin melihat apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusan ekonomi. Keputusan ini mencakup, misalnya, keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan atau keputusan untuk mengangkat kembali atau mengganti manajemen.

Pemakai Laporan Keuangan

1.      Investor : penanam modal dan penasihat mereka berkepentingan dengan risiko yang melekat serta hasil pengembangan dari investasi yang mereka lakukan. Mereka membutuhkan informasi untuk membantu menentukan apakah harus membeli, menahan, atau menjual investasi tersebut. Pemegang saham juga tertarik pada informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan untuk membayar dividen.
2.      Karyawan : karyawan dan kelompok yang mewakili merekatertarik pada informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas perusahaan, juga tertarik dengan informasi untuk~ menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa, imbalan pasca kerja dan kesempatan kerja.
3.      Pemberi pinjaman : pemberi pinjaman tertarik dengan informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah pinjamari serta bunganya dapat dibayar pada saat jatuh tempo. ~
4.      Pemasok dan kreditor usaha lainnya : pemasok dan kreditor usaha lainnya tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah jumlah yang kewajibannya akan dibayar pada saat jatuh tempo. Kreditor usah berkepentingan pada perusahaan dalam tenggang waktu yang lebih pendek daripada pemberi pinjaman kecuali kalau sebagai pelanggan utam rnereka bergantung pada kelangsungan hidup perusahaan.
5.      Pelanggan : para pelanggan berkepentingan dengan informasi mengenai kelangsungan hidup perusahaan, terutama kalau mereka terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan, atau bergantung pada perusahaan.
6.      Pemerintah : pemerintah dan berbagai lembaga yang berada dibawah kekuasaannya berkepentingan dengan alokasi sumberdaya dan karena itu berkepentingan dengan aktivitas perusahaan. Mereka juga membutuhkan informasi untuk mengatur aktivitas perusahan, menetapkan kebijakan pajak, dan sebagai dasar menyusun statistik pendapatan nasional dan statisti lainnya
7.      Masyarakat : perusahaan mempengaruhi anggota masyarakat daiam berbagai cara. Misalnya: perusahaan dapat memberikan kontribusi berarti pada perekonomian nasional, termasuk jumlah orang yang dipekerjakan dan perlindungan kepada penanam modal domestik. Laporan keuangan dapat membantu masyarakat dengan menyediakan informasi kecenderungan (trend) dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan dan rangkaian aktivitasnya
Jenis Laporan Keuangan
Laporan keuangan suatu perusahaan biasanya terdiri atas empat jenis laporan, yaitu neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas.
  • Neraca, adalah suatu daftar sistematis yang memuat informasi mengenai aktiva, utang dan modal suatu perusahaan pada akhir periode tertentu. Disebut sebagai daftar yang sistematis, karena neraca disusun berdasarkan urutan tertentu. Dalam neraca dapat diketahui berapa jumlah kekayaan perusahaan, kemampuan perusahaan membayar kewajiban serta kemampuan perusahaan memperoleh tambahan pinjaman dari pihak luar. Selain itu juga dapat diperoleh informasi tentang jumlah utang perusahaan kepada kreditur dan jumlah investasi pemilik yang ada di dalam perusahaan tersebut.
  • Laporan laba rugi, adalah ikhtisar mengenai pendapatan dan beban suatu perusahaan untuk periode tertentu, sehingga dapat diketahu laba yang diperoleh dan rugi yang dialami.
  • Laporan perubahan modal, adalah laporan yang menunjukkan perubahan modal untuk periode tertentu, mungkin satu bulan atau satu tahun. Melalui laporan perubahan modal dapat diketahui sebab-sebab perubahan modal selama periode tertentu.
  • Laporan arus kas, dengan adanya laporan ini pemakai laporan keuangan dapat mengevaluasi perubahan aktiva bersih perusahaan, struktur keuangan (termasuk likuiditas dan solvabilitas) dan kemampuan perusahaan di dalam menghasilkan kas dimasa mendatang.
Contoh Laporan Keuangan


SUMBER:

Sabtu, 29 Desember 2012

Jamur



Jamur atau cendawan adalah tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil sehingga bersifat heterotrof. Jamur ada yang uniseluler dan multiseluler. Tubuhnya terdiri dari benang-benang yang disebut hifa. Hifa dapat membentuk anyaman bercabang-cabang yang disebut miselium. Reproduksi jamur, ada yang dengan cara vegetatif ada juga dengan cara generatif. Jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya untuk memperoleh makanannya. Setelah itu, menyimpannya dalam bentuk glikogen. Jamur merupakan konsumen, maka dari itu jamur bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidrat, protein, vitamin, dan senyawa kimia lainnya. Semua zat itu diperoleh dari lingkungannya. Sebagai makhluk heterotrof, jamur dapat bersifat parasit obligat, parasit fakultatif, atau saprofit.
Cara hidup jamur lainnya adalah melakukan simbiosis mutualisme. Jamur yang hidup bersimbiosis, selain menyerap makanan dari organisme lain juga menghasilkan zat tertentu yang bermanfaat bagi simbionnya. Simbiosis mutualisme jamur dengan tanaman dapat dilihat pada mikoriza, yaitu jamur yang hidup di akar tanaman kacang-kacangan atau pada liken. Jamur berhabitat pada bermacammacam lingkungan dan berasosiasi dengan banyak organisme. Meskipun kebanyakan hidup di darat, beberapa jamur ada yang hidup di air dan berasosiasi dengan organisme air. Jamur yang hidup di air biasanya bersifat parasit atau saprofit, dan kebanyakan dari kelas Oomycetes.

Mikoriza



Mikoriza bukan takson dalam kingdom jamur. Mikoriza merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut simbiosis antara jamur dengan akar tumbuh-tumbuhan. Beberapa nggota jamur Zygomycota, Ascomycota, atau Basidiomycota ada yang hidup bersimbiosis dengan akar tanaman, misalnya tanaman pinus atau belinjo. Kerjasama keduanya saling menguntungkan. Jamur mendapatkan zat organic, sedangkan tumbuhan pinus mendapatkan asupan air dan unsur-unsur hara lebih banyak. Tumbuhan yang bersimbiosis dengan jamur lebih tahan penyakit yang disebabkan bakteri tanah. Tumbuhan tersebut juga lebih tahan terhadap kekeringan.
Berdasarkan kedalaman jaringan tumbuhan yang digunakannya, mikoriza dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
1.     Endomikoriza, yaitu hifa jamur menembus dinding sel akar hingga masuk ke jaringan korteks. Misalnya jamur yang hidup pada akar anggrek, sayuran dan berbagai jenis pohon.
2.    Ektomikoriza, yaitu jika hifa jamur hanya hidup di daerah permukaan sel akar, yakni pada jaringan epidermis, misal kulit akar pinus. Hifa juga meluas ke tanah sekitarnya. Dengan adanya ektomikoriza, tumbuhan pinus tahan kekeringan serta tahan terhadap serangan jamur lain yang berbahaya.

Sumber : BIOLOGI kelas X tahun 2007 hal. 163